Pengalaman di sapa leluhur ( horror story )
Hallo kula nuwun blogger,,salam ngapak orangapak ora enak,,
oke balik lagi.
kali ini ane mau share pengalaman mawo ( nenek ane,panggilanya emang mawo singkatan dari mamak tuwo,atau mamah tua )
ini pengalaman nyata asli bukan hoax
Jadi dulu sekitar tahun 95an waktu Mawo masih muda, oh sekedar info jaman dulu orang panen padi,atau nderep dilakukan malem hari,,
kala itu sawah mawo udah siap panen,seperti biasanya panen di lakukaan malem hari sekitar jam 9 an,
pada tahun segitu penerangan belum sebanyak sekarang,kadang para petani cuma mengandalkan cahaya bulan atau obor..Sawah yang akan di panen itu jaraknya lumayan jauh dari pemukiman warga,sekitar 1km dari desa,
Pada waktu itu mawo gak ada feeling apa-apa biasanya orang jaman dulu itu terkenal gak ada rasa takut dengan seperti itu.
Kegiatan nderep atau panen padi seperti pada biasanya sampai terjadi suatu hal
kala itu mawo tak sengaja menginjak sesajen di pojokan sawah sebelan sawah yang akan di panen,memang mitos jaman dulu ketika akan panen seorang yang akan panen itu menyediakan sesaji untuk Dewi Sri ( dewi kemakmuran ) agar hasil panen melimpah
oh iya sawah mawo kala itu di tengah hamparan sawah yang luas,di sebelah juga ada sungai yang sampai saat ini terkenal dengan mitos angkernya
balik ketopik,, setelah gak sengaja menginjak sesaji.entah tersugesti atau ada hal yang lain
sekujur badan mawo mendadak menggigil,karena takut terjadi suatu hal Mawo memutuskan untuk pulang dan di gantikan oleh buruh tani ( tani bayaran )
nah di sini drama sesungguhnya terjadi
jadi jalan pulang kerumah mawo itu terbilang sempit,selayakna jalanan sawah,terus di pinggiran juga banyak ilalang yang menambah kesan angker
tapi karena udah terbiasa,gak ada terbesit rasa takut sedikitpun
sekitar baru jalan beberapa puluh meter mawo dengan jelas,sangat jelas melihat 2 sorot lampu
terbesit di pikiranya,apa mungkin baterai,tapi kok ada 2 dan warna cahayanya juga berwarna hijau.
semakin di dekati baru terlihat jelas dan sangat jelas itu seekor macan putih,,,ya bener macan putih
lagi,seketika badan mawo kaku menggigil,mau lari gak bisa,mau teriak seakan mulut kekunci.
hanya bisa diam kaku gak tau apa yang mau di lakukan sampai akhirnya ter ucap " macan macan luhur,koe olih mangan aku,tapi aja ngasi ana wulu selembar tiba bumi,aja ana getih setets netes neng bumi,mubasir" artinya " macan macan leluhur kamu boleh makan aku,tapi jangan sampai ada bulu selembarpun yang jatuh ke bumi,jangan ada darah setetespun netes ke bumi,mubazir "
,,jigrang,,,, macan tersebut langsung lompat ke ilalang pinggir jalan ibarat hanya seorang leluhur berwujud macan putih yang ingin menjenguk anak cucunya ( kepercayaan di desa ane kala itu ) ,seketika reflek badan mawo langsung bisa bergerak dan lari sejadi-jadinya,
belum lega ambil nafas dari kejadin tersebut
200 m sebelum masuk desa ada lapangan kecil
dengan sangat jelas mawo mendengar tawa panjangg hihi,,hihi ( merinding nulisnya )
karena masih schokk kejadian tadi,mawo kembali lari sejadi-jadinya tapi kali ini larinya sambi menhadap ke belakang takut di ikuti,sampai rumah jendela langsung di dobrak,saking kalapnya lupa kalo masuk rumah itu lewat pintu hehehe ( huss aja di guyu )
setelah kejadian tersebut mawo jatuh sakit,dan kapok kalau harus nderep malam hari
tapi saat tulisan ini di terbitkan.mawo merasa sangat bersyukur masih di beri keempatan hidup sampai saat ini beliau sudah berurumur hampi 70 tahun...
Sekian__
*ceritaa ini ditulis dengan sumber yang sebenar benarnya dan dapat di pertanggung jawabkan
sumber gambar
- https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=&url=http%3A%2F%2Fwww.himalayan-foundation.org%2Fblog%3Fdate%3D2011-05&bvm=bv.134495766,d.cGc&psig=AFQjCNFVcKkq5bv1DnototLgozrT3YDjMw&ust=1475754696373331
_ google
oke balik lagi.
kali ini ane mau share pengalaman mawo ( nenek ane,panggilanya emang mawo singkatan dari mamak tuwo,atau mamah tua )
ini pengalaman nyata asli bukan hoax
Jadi dulu sekitar tahun 95an waktu Mawo masih muda, oh sekedar info jaman dulu orang panen padi,atau nderep dilakukan malem hari,,
kala itu sawah mawo udah siap panen,seperti biasanya panen di lakukaan malem hari sekitar jam 9 an,
pada tahun segitu penerangan belum sebanyak sekarang,kadang para petani cuma mengandalkan cahaya bulan atau obor..Sawah yang akan di panen itu jaraknya lumayan jauh dari pemukiman warga,sekitar 1km dari desa,
Pada waktu itu mawo gak ada feeling apa-apa biasanya orang jaman dulu itu terkenal gak ada rasa takut dengan seperti itu.
Kegiatan nderep atau panen padi seperti pada biasanya sampai terjadi suatu hal
kala itu mawo tak sengaja menginjak sesajen di pojokan sawah sebelan sawah yang akan di panen,memang mitos jaman dulu ketika akan panen seorang yang akan panen itu menyediakan sesaji untuk Dewi Sri ( dewi kemakmuran ) agar hasil panen melimpah
oh iya sawah mawo kala itu di tengah hamparan sawah yang luas,di sebelah juga ada sungai yang sampai saat ini terkenal dengan mitos angkernya
balik ketopik,, setelah gak sengaja menginjak sesaji.entah tersugesti atau ada hal yang lain
sekujur badan mawo mendadak menggigil,karena takut terjadi suatu hal Mawo memutuskan untuk pulang dan di gantikan oleh buruh tani ( tani bayaran )
jadi jalan pulang kerumah mawo itu terbilang sempit,selayakna jalanan sawah,terus di pinggiran juga banyak ilalang yang menambah kesan angker
tapi karena udah terbiasa,gak ada terbesit rasa takut sedikitpun
sekitar baru jalan beberapa puluh meter mawo dengan jelas,sangat jelas melihat 2 sorot lampu
terbesit di pikiranya,apa mungkin baterai,tapi kok ada 2 dan warna cahayanya juga berwarna hijau.
semakin di dekati baru terlihat jelas dan sangat jelas itu seekor macan putih,,,ya bener macan putih
lagi,seketika badan mawo kaku menggigil,mau lari gak bisa,mau teriak seakan mulut kekunci.
,,jigrang,,,, macan tersebut langsung lompat ke ilalang pinggir jalan ibarat hanya seorang leluhur berwujud macan putih yang ingin menjenguk anak cucunya ( kepercayaan di desa ane kala itu ) ,seketika reflek badan mawo langsung bisa bergerak dan lari sejadi-jadinya,
belum lega ambil nafas dari kejadin tersebut
200 m sebelum masuk desa ada lapangan kecil
dengan sangat jelas mawo mendengar tawa panjangg hihi,,hihi ( merinding nulisnya )
karena masih schokk kejadian tadi,mawo kembali lari sejadi-jadinya tapi kali ini larinya sambi menhadap ke belakang takut di ikuti,sampai rumah jendela langsung di dobrak,saking kalapnya lupa kalo masuk rumah itu lewat pintu hehehe ( huss aja di guyu )
setelah kejadian tersebut mawo jatuh sakit,dan kapok kalau harus nderep malam hari
tapi saat tulisan ini di terbitkan.mawo merasa sangat bersyukur masih di beri keempatan hidup sampai saat ini beliau sudah berurumur hampi 70 tahun...
Sekian__
*ceritaa ini ditulis dengan sumber yang sebenar benarnya dan dapat di pertanggung jawabkan
sumber gambar
- https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=&url=http%3A%2F%2Fwww.himalayan-foundation.org%2Fblog%3Fdate%3D2011-05&bvm=bv.134495766,d.cGc&psig=AFQjCNFVcKkq5bv1DnototLgozrT3YDjMw&ust=1475754696373331
_ google
Komentar
Posting Komentar